Followers

Tuesday, 9 October 2012

HUNCHBACK OF NOTRE DAME oleh Victor Hugo (1802-1885)


Masa kecik2 dulu teringat plak yg mak aku selalu ler baca buku cerita kat aku, salah 1 cerita dia ialah
HUNCHBACK OF NOTRE DAME Victor Hugo (1802-1885) masa dengar tu sedih, geram semua ader. best sangat,korang pernah tak baca cerita ni? kalo tak meh sini aku cerita sikit buah butirnyer ( hish pantang jer sebut buah n butir, ader jer la yg korang nak melengcong huhuhuhu). So cerita nyer begini :

Paris, Januari 1482. Perayaan hari Epifani yang diadakan serentak dengan Festival Kaum Dungu di alun-alun Paris berlangsung dengan meriah. Hampir semua penduduk Paris larut dalam euforia yang aneh, kecuali mungkin sang penyair dan ahli falsafah Pierre Gringoire, yang pementasan dramanya terganggu dengan kedatangan Kardinal dan rombongannya. Kemudian ada seorang gadis gipsi cantik yang menari dengan lincah di jalan, seekor kambing berbaring di permaidani di sudut di sisinya. Gadis luar biasa ini bernama La Esmeralda. Rombongan orang yang menontonnya ternganga oleh kecantikan dan kelincahan kakinya yang anggun, termasuk sang wakil uskup dari Katedral Notre Dame, Dom Claude Frollo. Ia begitu asyik memerhatikan si gadis menari, sesuatu yang tak patut dilakukan oleh seseorang yang telah bersumpah untuk hidup selibat.

Di saat yang sama, ada Quasimodo, si bongkok buruk rupa yang adalah pemukul loceng gereja Notre Dame. Quasimodo dipungut oleh Claude Frollo ketika berusia empat tahun ketika ia ditinggalkan di depan gereja, begitu buruk rupa sehingga menjadi sasaran hujatan orang. Sang pendeta membesarkannya dengan susah payah dan Quasimodo tumbuh dengan hanya dua bentuk kasih sayang yang dikenalinya, yang pertama kepada tuannya Frollo, dan yang kedua untuk Katedral Notre Dame.

Kembali ke La Esmeralda, suatu malam ketika ia hendak pulang ke Mahkamah Keajaiban, ia merasa bahawa dirinya sedang disabotaj. Seorang lelaki misteri berpakaian hitam-hitam dan pembantunya yang berperawakan besar menghalang gadis itu. Saat itulah Kapten Phoebus de Chateaupers yang gagah dan tampan lewat dan menyelamatkan si gadis cantik. La Esmeralda jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya, namun lenyap segera sesudah sang kapten menyelamatkannya. Pada suatu malam di waktu yang lain, gadis yang dimabuk cinta itu bertemu dengan sang kapten, yang memandang si gadis dengan nafsu badaniah yang menggelegak. Pertemuan mereka berakhir dengan sebuah golok menancap di tubuh Phoebus. Pagi harinya La Esmeralda diseret ke penjara oleh sekawanan prajurit penjaga. Tiang gantungan telah menanti si gadis.

Quasimodo menyelamatkan si gadis cantik dari tiang gantungan dan membawanya ke Notre Dame sehingga ia terlindung oleh suaka yang diberikan gereja. Namun keselamatan La Esmeralda masih terancam. Di dalam dinding Notre Dame masih ada Claude Frollo yang dibakar kecemburuan yang amat sangat melihat kedekatan anak asuhnya yang buruk rupa dengan La Esmeralda. Sementara cinta si gadis justeru tertumpu pada kapten Phoebus yang sesungguhnya tidak mati, tetapi beransur-ansur sembuh dari lukanya dan kembali kepada tunangannya, gadis bangsawan bernama Fleur-de-Lys. Sementara Parlimen telah memerintahkan supaya La Esmeralda kembali diseret ke tiang gantungan, teman-teman si gadis di Mahkamah Keajaiban, orang-orang gipsi, telah menyusun rencana untuk menculik si gadis dari tempat perlindungannya. Mereka datang menyerbu Notre Dame.

***

Karya yang indah sekaligus tragis dan mengerikan dengan segala kemegahannya. Inilah karya yang paling terkenal dari sasterawan besar Perancis, Victor Hugo (1802-1885). Karya yang berjudul asli Notre Dame de Paris (1831) ini dikenali seluruh dunia dengan judul The Hunchback of Notre Dame , sementara terjemahan ke bahasa Malaysia oleh Penerbit Serambi terbit dengan tajuk Si Cantik dari Notre Dame . Mengapa "The Hunchback" lantas diterjemahkan menjadi "si cantik" ? Setelah selesai membaca buku ini saya baru paham, pusat cerita dalam kisah ini sebenarnya bukanlah Quasimodo si bungkuk, melainkan si gadis cantik, La Esmeralda, yang dicintai sekaligus dikutuk. Pernah menonton filem versi Disney dari novel ini? Bersiaplah kerana apabila membaca buku ini anda akan sedar bahawa ceritanya jauh berbeza dengan versi Disney.

Novel ini membuktikan bahawa karya klasik tak melulu muram dan serius, kerana Victor Hugo juga menyelitkan humor di dalam novel ini. Beberapa adegan yang lucu antara lain ketika Quasimodo yang tuli akibat bunyi loceng gereja disidang oleh seorang hakim yang juga pekak, kemudian watak Gringoire yang tidak boleh berhenti bercakap, dan adegan ketika Jehan Frollo, adik Claude Frollo, datang menemui kakaknya untuk meminta wang. Sang kakak menyoal adiknya mengenai pelajarannya, dan sang adik menjawabnya dengan apa yang kita sebut hari ini sebagai "ngeles". Ini sebahagian perbualan mereka.

"Bagaimana studimu mengenai perintah Gratian?"
"Aku kehilangan buku catatanku."
"Dan bagaimana dengan humaniora Latin?"
"Seseorang mencuri kopi naskah Horatius."
"Dan bagaimana dengan pelajaranmu mengenai Aristotle?"
"Lho, apakah kakak tak tahu bahawa salah seorang frater di gereja berkata bahawa pendukung bidaah selalu mencari perlindungan di bahwah kekusutan metafizik Aristotle? Aku tak perlu mengetahui apa pun mengenai Aristotle. Aku tak ingin metafisikanya menghancurkan agamaku. "

Terdengar sangat familier? Ternyata "ngeles" tidak hanya berlaku di zaman moden, lho!

Penterjemah juga menambah kelucuan dalam bahagian ketika Phoebus memanggil La Esmeralda dengan "Semar" lantaran ia kesulitan menyebut nama si gadis.

Penulisan Hugo yang sangat indah, cerita yang dijalin antara ketiga tokoh utama dan banyak tokoh pendukung yang mempunyai peranan masing-masing, terjemahan yang digarap dengan baik oleh Sunaryono Basuki KS, membuat saya tidak ragu memberikan lima bintang untuk novel ini, sebagaimana saya juga memberi lima bintang untuk novel karya Hugo yang lain, Les Miserables .

Review buku ini dipost dalam rangka merayakan ulangtahun ke-210 Victor Hugo (26 Februari 1802 - 26 Februari 2012) 
-RIP Bro-



CLICK DOWN HERE

3 comments:

  1. suka sangat pic yang last tu
    klasik

    ReplyDelete
  2. bengkok pun takpe. hehehe... (^_^)

    ReplyDelete
  3. kalo bongkok hunchback, so kalo bengkok kira hunchside la ni kan..keke =]

    ReplyDelete